Friday, September 26, 2008

Kisah dari Salalah: (13) Ke Makam Nabi Ayyub (Prophet Job)

Di Indonesia kita menggunakan 'istilah' ziarah bila mengunjungi suatu makam. Tetapi dalam bahasa Arab sehari-hari di Gulf sini, ziarah juga bisa berarti mengunjungi negara lain untuk tujuan wisata. Karena itu, Visit Visa disebut juga Visa Ziarah.
Pagi itu kami berangkat untuk berziarah (berkunjung) ke suatu makam di Ghadu (k.l. 40 km dari Salalah), yang dipercaya penduduk setempat sebagai makam Nabi Ayyub a.s. Dari hotel kami bergerak melalui tengah kota Salalah yang lalu lintasnya cukup padat.
Jarak antara tepi jalan hingga gedung dikiri kanan cukup besar. Mungkin direncanakan untuk pelabaran jalan atau tempat parkir dimasa depan. Kebanyakan tanahnya belum di aspal atau diberi paving blocks, sehingga kota terkesan berdebu.
Bila revenue Oman dari ekspor crude oil difokuskan ke pembangunan kota Salalah, saya kira kota ini bisa menjadi jauh lebih cantik.
Di suatu perempatan terlihat seorang cameraman berpakaian Omani. Mungkin sedang membuat dokumentasi atau reportage mengenai lalu lintas di Salalah. Memonitor dan memupuk image kota memang penting utk menarik investor dan wisatawan. Note: Di Abu Dhabi, tugas serupa ditangani oleh City Image Management (CIM) Section.
Peta Governorate Doha - Sultanate of Oman menyebutkan tentang makam di Ghadu tsb. sbb:
To reach this location, drive up into the foothills where a wonderful view of Salalah awaits you. This tomb is of interset to both moslems and christians. Job, the great prophet of the Old Testament, was well known to be a well travelled person.
Dalam waktu kurang dari 1 jam, kami telah tiba di komplek makam Nabi Ayyub di Ghadu. Semoga foto2 di halaman ini dapat bercerita dengan sendirinya mengenai apa yang kami lihat disana. Lebih lengkap lagi dapat di lihat di bagian PHOTOS.
Mengenai Nabi Ayyub a.s. , dalam Al Qur'an surah Sahaad ayat 41-44 tercantum sbb:

Source: alketab.com

Sementara itu, di dinding ruang makam terpampang gambar pohon silsilah yang mencantumkan nama 25 orang Nabi, termasuk nama Nabi Ayyub a.s.

Diluar gedung makam, kami melihat semacam sumur segi empat, dengan bekas telapak kaki di dasarnya. Bekas telapak kaki itu dipercaya sebagai telapak kaki Nabi Ayyub, saat menghentakkan kakinya ke bumi hingga keluar air (seperti disebutkan dalam Al Qur'an).

Kisah mengenai Nabi Ayyub a.s. yang sangat sabar melalui berbagai cobaan ini dapat diikuti DISINI atau disini.

Dan berikut ini adalah foto2 yang kami ambil saat kembali ke kota Salalah.

Melalui internet saya temukan catatan ekstensif seorang penduduk Salalah asal India. Mengenai makam Nabi Ayyub a.s. ia menuliskan sbb:

"During our visit to the tomb we met a gentleman who told us the story of Nabi Ayoub. He said that the Prophet is from Syria and had two wives. He had become very sick and the illness spanned over 15 years. During that time the exterior of his body became infested with worms. Nabi Ayoub believed that his flesh was the food for these creatures of God and to show his devotion to God, he allowed the worms to eat of his flesh. If a worm would fall off, he would pick it back up and put it back on his flesh.

The sickness repulsed the people of Syria to the extent that he had to leave the area. Only one of his two wives chose to travel with him. The one who remained behind was as repulsed by his sickness and belief as were others who drove him away. The wife who remained with him was seemingly very supportive and accepting of his devotion to God. They left Syria and travelled to the mountain top where his remains now lie."

Silakan klik DISINI untuk membaca catatannya dan melihat photo2 nya.

Siang itu kami lunch di kamar hotel dengan nasi briyani ala Salalah. Sambil bincang-bincang apakah sore nya akan ke blow holes di pantai Mughsail atau ke Khor Roori ancient port, yang lebih kuno lagi daripada Al Balid.

(Bersambung)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home