Thursday, September 11, 2008

Kisah dari Salalah: (9) Lost City of Ubar yang terlewat

Kami check out tenang2 dari Rest House pk 10.00. Kumar kami beri panjar agar 7 hari lagi dalam perjalanan kembali dari Salalah, kami bisa mendapatkan kamar yang sama.
Setelah tanki diisi penuh, mobil mulai bergerak menuju Salalah.

Jalan Ghaftain - Salalah yang melalui tepi Empty Quarter ini berjarak 392 km. Lebih pendek dari jarak Nizwa - Ghaftain (471 km).

Kembali kami menjelajah gurun. Pandangan betul2 lepas. Tidak ada apa2 lagi di ujung sana. Cakrawala seperti terus bergeser menjauh.
Saya jadi teringat ketika berlayar dengan kapal Oriental Queen, hijrah sekeluarga dari pulau Jawa ke Sulawesi. Cakrawalanya juga seperti menjauh. Dari sisi ini, gurun sangat mirip dengan lautan.

Sesampai Dawkah, ada cabang jalan ke kanan menuju kota Sishur, dimana arkeolog menemukan sisa-sisa kota bernama Ubar.
Kota ini aktif sebagai pusat perdagangan antara 2800 SM s/d 300 M, tetapi kemudian hilang di telan bumi. Legenda nya mirip dengan kota Atlantis yang ditelan lautan. Karena itu, Ubar menjadi terkenal dengan sebutan Atlantis of the Sands.
Sekembali ke Abu Dhabi, saya melakukan riset kecil melalui internet dan menemukan informasi2 berikut dibawah ini.

Kota Ubar (atau Iram) disebut dalam ayat-ayat Al Qur'an yang mengisahkan kaum 'Ad, yang karena kekufuran nya di azab Allah: Seluruh kota ditenggelamkan ke dalam bumi.

Pembaca yang tertarik bisa klik catatan sepasang turis Belanda DISINI atau tulisan Harun Yaya DISINI atau artikel dari NASA DISINI mengenai Ubar.

-----------

Diantara ayat2 dalam Al Qur'an yang berkaitan dengan Iram ini adalah Surah Al Fajr (QS 89: 6-8) , yang berbunyi sbb:

"Apakah kamu tidak tahu bagaimana Tuhanmu telah memusnahkan kaum 'Ad ? Yang disebut juga kaum Iram yang mempunyai peradaban tinggi. Yang tiada taranya di seluruh dunia di jaman itu"

Ada catatan kaki Bachtiar Surin dalam terjemah & tafsir Al Qur'an terbitan penerbit Angkasa Bandung cetakan thn 1991: Kaum 'Ad adalah keturunan 'Ad bin 'Aush bin Iram bin Sam bin Nuh. Suku bangsa Arab yang sudah punah. Mereka penduduk padang pasir dan dataran miring Ahqaf sampai ke Hadramaut.

Dalam ayat 50 Surah Hud Allah berfirman: Dan kepada Kaum 'Ad Kami telah mengutus Hud, salah seorang saudara mereka. Dia berseru, katanya: "Hai kaumku ! Pujalah Allah! Tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. 'Bertuhan banyak' itu hanyalah buatan kalian saja.

-------------

Tampaknya ada bukti-bukti bahwa ada Nabi, paling tidak Nabi Hud, yang berasal dari wilayah sekitar Oman Selatan dan Yaman ini (yang dulu mungkin disebut Hadramaut).
Lumayan, sebahagian rasa penasaran saya yg muncul sebelum memulai perjalanan ke Salalah agak terjawab. Juga saya mulai mengerti bahwa di jaman dahulu, wilayah Oman Selatan ini penting karena adanya jalur perdangan frankincense (pewangi) melalui Empty Quarter ke arah Arabia Utara.

Catatan di atas saya buat untuk menggambarkan kisah yang hidup disekeliling Salalah, meskipun kami sendiri tidak sempat mengunjungi Ubar.

Kami mengambil jalan yang lurus hingga sampai ke kota Thumrait dan berhenti disana untuk mengisi bensin.
Temperatur udara masih sekitar 50 C. Dan langit masih cerah ketika kami meneruskan perjalanan ke Salalah.
Padahal Thumrait tinggal berjarak 50 km dari Salalah.
Dimanakah kabut yang disebut2 buku panduan perjalanan dan internet itu ?


(Bersambung)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home